Martin Luther pernah mengatakan “manusia membutuhkan tiga pertobatan, yaitu pertobatan hati, pertobatan akal budi dan pertobatan dompet, dari ketiga hal ini kemungkinan besar kita orang-orang modern menemukan bahwa pertobatan dompet adalah yang paling sulit”.
Apa yang dikatakan oleh Martin Luther adalah suatu realita dalam hidup manusia karena ada banyak orang tidak dapat memuliakan Tuhan oleh karena harta mereka. Harta dan kekayaan telah mengambil posisi yang prioritas dalam hidup manusia, dan posisi Tuhan sebagai sumber segala-galanya telah disisikan.
Allah memanggil dan memilih kita bukan hanya untuk menikmati anugrah keselamatan kekal dari Allah, tetapi di panggil untuk memuliakan Dia dalam segala aspek kehidupannya. “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu” (Amsal 3:10).
Mengapa kita harus memuliakan Tuhan dengan harta kita? Karena :
Apa yang dikatakan oleh Martin Luther adalah suatu realita dalam hidup manusia karena ada banyak orang tidak dapat memuliakan Tuhan oleh karena harta mereka. Harta dan kekayaan telah mengambil posisi yang prioritas dalam hidup manusia, dan posisi Tuhan sebagai sumber segala-galanya telah disisikan.
Allah memanggil dan memilih kita bukan hanya untuk menikmati anugrah keselamatan kekal dari Allah, tetapi di panggil untuk memuliakan Dia dalam segala aspek kehidupannya. “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu” (Amsal 3:10).
Mengapa kita harus memuliakan Tuhan dengan harta kita? Karena :
- Allah adalah sumber berkat
Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah sumber berkat. Allah memenuhi kebutuhan manusia dengan berkat rohani dan jasmani dan apa yang telah diberikan Allah kepada manusia adalah yang terbaik (Matius 6:32). Segala yang diciptakan Allah dimaksudkan untuk memberkati dan memperkaya kehidupan manusia, karena itu kita harus memuliakan Tuhan dengan segala harta kita.
- Allah adalah pemilik harta kita
Berkat Allah terjalin erat dengan kepemilikan-Nya. Alkitab dengan jelas mengungkapkan tentang hak Allah yang mutlak atas harta milik kita. Kepada Ayub Allah mengatakan “Apa yang ada di seluruh kolong langit adalah kepunyaanKu." (Ayub 41:2). Pemazmur juga mengakui “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya” (Mazmur 24:1) bahkan hidup dan mati kitapun milik Tuhan (Roma 14:8). Jika Allah empunya bumi serta isinya dan menguasai hidup dan mati kita, maka harta dan kekayaan kita pun adalah milik Allah, respon kita adalah memuliakan Dia dalam segala hal.
- Belajar untuk mempercayai Allah sepenuhnya
Harta dan kekayaan kita dapat digunakan Allah untuk membangun kepercayaan kita. Ketika kita tidak terikat dan dikuasai oleh hal-hal materi maka kita akan dimampukan untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan melalui harta kita dan kita tidak akan mengalami kekekurangan. Paulus dalam hidup dan pelayanannya belajar untuk mempercayai Allah sepenuhnya bahwa “Allah akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19).
Amin.
Ev.Badrin Susanto(Bidang Kebaktian)
Sumber: Warta gerja GII Hok Im Tong 05/2006, 29 Januari 2006
0 comments:
Post a Comment