Atribut-Atribut Allah
Sebagai oknum yang tertinggi, Allah memiliki atribut-atribut jati diriNya, yang merupakan karakteristik dan kualitas yang tetap dari diri Allah. Attribut-atribut Allah dapat digolongkan atas :
Atribut-atribut metafisis (atribut-atribut metafisis adalah atribut-atribut yang diluar jangkauan pemahaman manusia, karena atribut-atribut ini sama sekali tidak dimiliki ciptaan).
Atribut-atribut moral (atribut-atribut yang menunjukan karakteristik dan kualitas moral dan kebajikan Allah. Atribut-atribut ini menyatakan kepada kita bahwa Allah adalah Allah yang sempurna dalam hikmat, keadilan, kebenaran dan kebajikan moralNya). Atribut-atribut ini misalnya :
Sebagai oknum yang tertinggi, Allah memiliki atribut-atribut jati diriNya, yang merupakan karakteristik dan kualitas yang tetap dari diri Allah. Attribut-atribut Allah dapat digolongkan atas :
Atribut-atribut metafisis (atribut-atribut metafisis adalah atribut-atribut yang diluar jangkauan pemahaman manusia, karena atribut-atribut ini sama sekali tidak dimiliki ciptaan).
- Allah tidak tergantung pada apapun/self-exisent (Kis 17:24:25). Atribut ini disebut juga sebagai atribut independen. Allah tidak tergantung pada apapun diluar diriNya. Keberadaan Allah tidak disebabkan oleh apapun dan Allah tidak harus membutuhkan ciptaan bagi kepentinganNya.
- Allah tidak terbatas dalam segala hal, dalam kuasaNya, pengetahuanNya, dan keberadaanNya. Allah bersifat maha kuasa / Omnipotence ( Ayb 6:14; 9:4; Why 1:8; 19:6). Tidak ada kuasa apapun, termasuk kuasa iblis dan setan-setan, yang melampaui kuasa Allah. Ia adalah Tuan dan Raja atas dunia dan alam semesta ini. Allah juga bersifat maha tahu / Omniscience ( Ayb 37:16; 1 Yoh 3:20). Allah mengetahui segala peristiwa dengan sempurna, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi maupun yang akan terjadi. Bahkan ia mengetahui pikiran dan hati setiap orang ( Mzm 44:22; Wahyu 2:23). Oleh sebab itu, tidak satupun dari perbuatan kita yang luput dari pengetahuan dan perhatian Allah. Karena ketidakterbatasanNya Allah juga bersifat ada / Omnipresence (Ul 10:14; Mzm 139:7-10). Segenap keberadaan Allah hadir dimana saja dan kapan saja.
- Allah itu Esa (Ul 6:4; 1Tim 2:5). Allah ada dalam keberadaan yang termulia dan unik, sehingga tidak ada sesuatu apapun di luar diri Allah yang setara denganNya.
- Allah tidak berubah (Rom 1:23; 1Tim 6:16; Yak 1:17). Allah bersifat sempurna, sehingga Ia tidak mengalami proses dan perubahaan. Ia tidak fana. Artinya Ia tidak mengalami kerusakan (incorruptible) dan tidak mengalami kematian (immortality).
- Allah berada dari kekal sampai kekal (Yes 40:28; Yer 10:10; Dan 6:7; Why 1:8; 4:8). Kekekalan Allah bukan saja berarti keberadaanNya tidak berakhir, melainkan juga keberadaanNya tidak bermula. Oleh karena itu, keberadaan Allah tidak disebabkan oleh sesuatu apapun.
Atribut-atribut moral (atribut-atribut yang menunjukan karakteristik dan kualitas moral dan kebajikan Allah. Atribut-atribut ini menyatakan kepada kita bahwa Allah adalah Allah yang sempurna dalam hikmat, keadilan, kebenaran dan kebajikan moralNya). Atribut-atribut ini misalnya :
- Allah itu sempurna. Ia tidak pernah berencana dan bertindak salah dalam kehendak dan rencanaNya
- Allah itu berhikmat (Ayb 9:4; Rom 16:27). Ia mengetahui apa yang terbaik, bertindak dan menghendaki yang terbaik.
- Allah penuh kebenaran (Tit 1:2; Ibr 6:18). Ia tidak pernah berkata atau bertindak salah.
- Allah penuh keadilan (Kej 18:25; Ul 32:4). Ia senantiasa bertindak, menetapkan hokum. Menghakimi dan menghukum dengan adil.
- Allah kudus suci (Im 11:45; 1Sam 2:2; Yes 6:3; Wah 4:8). Ia secara total dan mutlak tidak tercemar oleh dosa; dan pada diri Allah sama sekali tidak ada dosa.
- Allah penuh kebaikan (Mzm 100:5; Luk 18:19). Ia tidak pernah bermaksud dan bertindak jahat atau merugikan ciptaanNya. Ia penuh kebaikan dan kesabaran. Namun demikian, Allah dapat bersikap keras dalam menghukum manusia yang menentangNya dan mendidik orang-orang percaya (Rom 11:22).
- Allah itu kasih (Yoh 3:16; 1 Yoh 4:8). Ia menyatakan kasihNya yang terbesar dengan memberikan jalan keselamatan (penebusan dosa) dan anugrah (grace) keselamatan kepada kita yang berdosa, yang seharusnya mendapat hukuman. Kasih Allah juga nyata dalam belas kasihNya (mercy) terhadap mereka yang tertindas dan dalam penderitaan (2 Kor 1:3). Wujud kasih Allah juga nyata dalam kesabaranNya (patience) dengan cara menanti dan memberikan kesempatan pertobatan serta menahan penghukuman / murkaNya (Kel 34:6; Mzm 103:8).
- Allah berdaulat (Rom 9:11-21). Ia mempunyai kekuasaan tertinggi atas segala sesuatu (sovereignty of God). Tidak ada aspek atau bagian dari realitas ciptaanNya dimana Allah tidak berkuasa dari sejak dahulu, sekarang atau yang akan dating. Ia adalah Raja atas seluruh ciptaaNya. Ia berdaulat melakukan kehendak dan rencanaNya atas dunia dan umatNya. Ia berdaulat menjawab dan menolak permintaan dan doa kita (Ul 3:23-29; Dan 3:16-18), sesuai dengan kehendak dan rencanaNya (Yes 55:8).
(Sumber: Buku Pedoman Katekisasi - Pembinaan Jemaat - GII Hok Im Tong)
0 comments:
Post a Comment