Menemukan kembali nilai yang hilang

Dirham adalah mata uang (koin) perak dari Yunani, yang nilainya hampir sama dengan satu dinar. Satu dinar adalah upah sehari seorang pekerja. Dua dirham adalah pajak masuk ke bait Allah. Jadi satu dirham sebenarnya bukan merupakan jumlah uang yang besar.

Bila dirham ini hilang dalam rumah seorang petani, cukup sulit untuk menemukannya, karena rumah petani di Israel hanya punya sebuah jendela yang kecil, sehingga kondisi di dalamnya sangat gelap dan lantainya hanya terbuat dari tanah, dengan lapisan rumput kering di atasnya. Bagi orang miskin, satu dirham merupakan jumlah yang besar, karena itu upah kerja selama sehari. Bila hilang sekeluarga bisa kelaparan atau tidak bisa makan pada hari itu. Jadi satu dirham sama nilainya dengan harga hidup mati (nyawa) seseorang atau sebuah keluarga.

Namun ada alasan lain yang lebih romantis. Di Israel, perempuan yang sudah menikah biasanya memakai rantai perak yang berisi 10 dirham (koin) perak sebagai hiasan kepalanya. Bila sebuah koin dalam hiasan kepalanya hilang, dia akan sekuat tenaga mencarinya, karena harga dan nilai hiasan kepalanya hampir sama dengan harga dan nilai cincin kawinnya. Jadi kehilangan sebuah dirham (koin) pada hiasan kepala sama artinya seperti kehilangan sebuah cincin kawin.

Sekarang kita mengerti, mengapa seorang perempuan begitu gembira bahkan sampai hampir “meledak“ saat sebuah koinnya yang hilang ditemukan kembali. Itu berarti hari ini dia sekeluarga tidak kelaparan (bisa makan lagi) atau martabatnya sebagai perempuan yang sudah menikah bisa dipulihkan kembali.
Sebuah keadan yang nilainya jauh melebihi uang.

Sekarang bayangkan keadaan kita. Harga kita sebagai orang berdosa dalam perumpamaan ini hanya sebesar satu dirham (satu koin). Tidak terlalu bernilai memang. Tapi Allah tidak menganggapnya demikian. Satu dirham nilainya sama dengan nyawa seseorang atau sebuah keluarga. Seharga martabat seorang manusia. Allah ingin menyelamatkan hidup manusia dan memulihkan martabatnya sebagai ciptaan Allah yang paling mulia dan berharga. Makanya Allah mencari dirham atau nilai yang hilang itu. Allah ingin menemukan dan memulihkan kembali nilai yang hilang.

Apakah anda ingin kembali menemukan nilai dan martabat anda sebagai seorang manusia? Datanglah kepada Allah melalui Tuhan Yesus. Dia sedang mencari anda!

Apakah anda memandang orang lain juga memiliki nilai dan martabat yang sama? Ikutlah teladan Allah! Carilah orang berdosa, sama seperti seorang perempuan yang mencari dirham (koinnya) yang hilang, agar orang berdosa bisa diselamatkan dan martabatnya bisa dipulihkan. Indah bukan ?

Ev. Ong Sie Kok (Misi Parousia)

Sumber: Warta gereja GII Hok Im Tong 09/2006, 26 Februari 2006

::Go Top::

0 comments: